Sejarah Gontor dan Kaitannya dengan Drs. H. Husnan Bey Fananie, MA.
November 20, 2008
Drs. H. Husnan Bey Fananie, MA. sangat terkait dengan Pondok Modern Gontor. Beliau adalah cucu dari Pendiri Pesantren ini yang didirikan pada 10 April 1926 di Ponorogo, Jawa Timur oleh tiga bersaudara putra Kiai Santoso Anom Besari. Tiga bersaudara ini adalah KH Ahmad Sahal, KH Zainudin Fananie, dan KH Imam
Zarkasyi dan yang kemudian dikenal dengan istilah Trimurti (foto dibawah ini).
Pada masa itu pesantren ditempatkan diluar garis modernisasi, dimana para santri pesantren oleh masyarakat dianggap pintar soal agama tetapi buta akan pengetahuan umum. Trimurti kemudian menerapkan format baru dan mendirikan pondok gontor dengan mempertahankan sebagian tradisi
pesantren salaf dan mengubah metode pengajaran pesantren yang menggunakan sistem wetonan (massal) dan sorogan (individu) diganti dengan sistem klasik seperti sekolah umum. Pada awalnya Pondok Gontor hanya memiliki Tarbiyatul Atfhfal (setingkat taman kanak kanak) lalu meningkat dengan didirikannya Kulliyatul Mu’alimat Al-Islami (KMI) yang setara dengan lulusan sekolah menengah pertama. Pada tahun 1963 pondok gontor mendirikan Institut Studi Islam Darussalam (ISID).
Foto di atas adalah foto KH. Zainudin Fananie (duduk di tengah, jas hitam), Istri beliau, Hj. Rabiah (duduk di kiri), dan adik istri Beliau, Hj. Samsidar (duduk sebelah kanan), KH. Imam Zarkasyi (nomor dua berdiri dari kanan).
Pesantren Gontor dikelola oleh Badan Wakaf yang beranggotakan Tokoh-tokoh alumni pesantren dan Tokoh yang peduli Islam sebagai penentu Kebijakan Pesantren dan untuk pelaksanaannya dijalankan oleh tiga orang pengasuh (Kyai) yaitu KH. Hasan Abdullah Sahal (Putra KH Ahmad Sahal). KH Syukri Zarkasyi (putra KH.Imam Zarkasyi) dan KH. Imam Badri. Tradisi pengelolaan oleh tiga pengasuh ini melanjutkan pola
Trimurti (Pendiri).
Pada saat peristiwa Madiun tahun 1948 saat Muso telah menguasai daerah Karesidenan Madiun (Madiun Ponorogo, Magetan, Pacitan dan Ngawi) dan membunuhi banyak tokoh agama, TNI sudah dilumpuhkan oleh PKI, Pesantren Gontor diliburkan dan santri serta ustadnya hijrah dan menghindar dari kejaran pasukan Muso. KH. Ahmad Sahal (alm) selamat dalam persembunyian di sebuah Gua di pegunungan daerah Mlarak. Gua tersebut kini disebut dengan Gua Ahmad Sahal. Kegiatan Pendidikan Pesantren dilanjutkan
kembali setelah kondisi normal.
Pandangan Modern KH Ahmad Sahal, sebagai Pendiri tertua dari Trimurti dan kedua adiknya yaitu KH. Zainudin Fananie dan KH. Imam Zarkasyi diwujudkan pula dalam menyekolahkan putra-putrinya selain di sekolah agama (pesantren) juga di sekolah umum. Drs. H. Ali Syaifullah Sahal (alm) alumni Filsafat UGM dan sebuah Universitas di Australia, dosen di IKIP Malang; Dra. Hj. Rukayah Sahal dosen IKIP (UMJ) Jakarta dll.
Dan tentu menjadi bahan pemikiran anggota Badan Wakaf saat ini untukmewujudkan Pesantren Gontor menjadi semacam Universitas Al Azhar di Mesir, sebuah universtas yang memiliki berbagai bidang kajian (Agama serta Ilmu dan Teknologi) berbasis Islam.
Pada tahun 1994, didirikan pondok khusus putri untuk tingkat KMI dan pendidikan tinggi yang khusus menerima alumni KMI. Pondok khusus putri ini menempati tanah wakaf seluas 187 hektar. Terletak di Desa Sambirejo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kini, pondok khusus putri memiliki empat cabang, tiga cabang berlokasi di Ngawi dan satu cabang di Sulawesi Tenggara.
Hingga kini Gontor telah memiliki 10 cabang yang terdiri dari 13 kampus di seluruh Indonesia dan santri/ santriwatinya mencapai 14.273 orang. Tidak seperti pesantren pada umumnya, para pengajarnya pun
berdasi dan bercelana panjang pantalon.
6 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed


1.
sonny | November 27, 2008 at 8:52 am
assalamualaikum, ustadz
menilik dari nama Ibunda antum & adiknya, masih turunan Minang kah? Ketemu dimana yaa, Ayah & Bunda antum
sy org minang jg
syukron,
2.
Budi Winarno | Desember 4, 2008 at 3:04 pm
Tambahan salah satu cucu Kyai Ahmad Sahal, yaitu Fatah Hanurawan putra Bpak Ali Syaifullah, telah berhasil menyelesaikan S-3 di UGM 2 tahun yang lalu. Sekarang sebagai Staf pengajar di UNM Malang.
3.
RIDHA | Desember 20, 2008 at 1:19 pm
saya sala satu teman dari jambore nasional azmi syukri zarkasyi. gmana kbr azmi skarang….
4.
RANI | Januari 7, 2009 at 8:37 am
Alhamdulillah baik sekali kabarnya, bahagia sekali..
5.
syahruddin | Februari 25, 2009 at 8:34 pm
salam ta’dzim Ust….. gemana kursus di LEMHANASnya…. bisa sharing materi kepemimpinannya nih…. syukron dari IIU Malaysia
6.
pian | Maret 20, 2009 at 3:25 pm
tolong mendirikan cabang lagi di daerah jawabarat biar orang – orang islam di indonesia lebih kuat